Agama
Mungkin sudah bukan saatnya lagi mempertanyakan agama, sudah bertahun tahun saya mengkritisi agama tanpa mendapat jawaban yang definitif tentang hal hal yang saya anggap penting. Namun, bukan berarti perjalanan saya mengikuti "why?" tidak memberikan saya pelajaran apa apa. Hanya saja saya berfikir sekarang saatnya untuk memberi titik dan menyimpulkan sesuatu. 1. Konsepsi Pribadi tentang Agama Awalnya, skpetisisme saya mengenai agama lahir dari keraguan saya tentang validitas dogma agama itu sendiri. Apakah Tuhan benar benar menurunkan burung ababil yang mengambil batu dari neraka untuk menghancurkan tentara gajah seperti di tuturkan Al-Quran? Apakah Tuhan secara literal benar benar menampakan diri ke Musa kira kira 2000 tahun yang lalu? Apakah Tuhan benar benar ada? Namun, ketika kita pertimbangan, keraguan saya tidak lahir secara objektif melainkan lahir karena saya tidak puas terhadap jawaban yang mengarah ke "Ada hal hal yang kita tidak mengerti, oleh karenanya ...