my attempt to memanusiakan perasaan
Di tulis tahun 2011, sebagai anak SMA yang lagi takut hatinya menghadapi ujian nasional dan SNMPTN.
"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah" Pramoedya Ananta Toer
Menulis, selain meninggalkan jejak informasi juga merupakan sarana kita memanusiakan pemikiran pemikiran kita. Karena pada dasarnya pikiran kitalah yang menciptakan persepsi kita tentang hidup. sebegitunya eratnya hubungan antara mereka (pikiran-realita kehidupan), seorang psikolog, Sigmund Freund mengatakan bahwa kita bisa menyembuhkan berbagai penyakit hanya dengan kekuatan pengaruh mental saja.
Kita pun tak akan pernah benar benar bernafas kecuali sampai suatu ketika, kita dapat memahami pemikiran pemikiran kita sendiri, apa adanya. salah satu upaya saya mencapai itu adalah dengan menulis, selain juga mengamati interaksi sosial yang saya lakukan bersama teman, dan pikiran pikiran yang muncul dalam keseharian saya.
perlahan berbagai konflik pun dapat saya analisa penyebabnya, berbagai perlakuan saya baik yang rasional maupun yang absurd dapat saya telusuri akar muasalnya. dan yang terpenting, adalah saya pada akhirnya mampu- memanusiakan perasaan saya sendiri, yakni bagaimana pada akhirnya saya mengerti dan melihat sendiri, pengaruh dan hubungan hubungann yang di timbulkan emosi pada proses pengambilan keputusan saya yang berdampak pada hubungan saya dengan orang lain.
menarik bahwasannya sebagai individu, saya bisa menyelesaikan banyak masalah dengan mengkonsentrasikan pikiran saya ke hal hal yang fundamental, di mulai dari belief, kemudian sikap, kemudian behavior dan selanjutnya.
Pada akhirnya segala pengamatan saya bermuara pada satu hal: agar saya bisa menerima fakta bahwa perasaan saya pun merengek minta di perhatikan dan tak selamanya di anggurkan. maka sayapun memutuskann untuk memanusiakan perasaan saya sendiri, di mulai dari momen ini. dan langkah konkrit saya adalah dengan menuliskannya dan berkreasi-baik itu menggambar, atau bernyanyi dlsb
dan kurikulum kehidupan saya kembali saya rakit satu demi satu. tujuannya satu: menjadi manusia yang jauuh lebih baik dalam jangka waktu 4 tahun ke depan. tapi sebelum itu semua, fokus saya adalah UN, yang akan terjadi 8 hari lagi. doakan selalu. dan mari saling memberi energi positif satu sama lain.terima kasih :)
Comments
Post a Comment
kindly share your thoughts